ABOUT INDIANA JONES IV
Setelah 10 tahun lamanya aku menunggu,akhirnya film Indiana Jones IV muncul di layar lebar. Film hasil kreasi sutradara genius, Steven Spielberg ini, seperti kebanyakan film-film yang dibuat sekuel lainnya, memang memiliki rentang waktu yang cukup panjang.
Terakhir kali aku nonton Indiana Jones III di Nusantara Theatre, bertepatan dengan hari ulang tahunku yang ke-25. Dan kini kembali kutonton Indiana Jones IV tepat pada ulang tahunku yang ke-35, tanggal 16 Juni yang lalu.
Nah, yang ingin kuutarakan saat ini sebenarnya bukan masalah itu. Aku ingin berbagi apresiasi dengan penonton Indiana Jones yang lainnya.
Terus terang Indiana Jones IV kali ini membuatku sedikit kecewa. Bukan karena Harison Fordnya yang look like olde
r (beuki ngolotan wae, brur!), tapi aku kecewa pada Steven Spielberg. Setelah sekian lama menunggu, aku menginginkn sesuatu yang menakjubkan dari film ini, seperti halnya trilogi film-filmnya yang terdahulu. Sayang sekali, Steven yang mungkin bosan dan sedikit demi sedikit ingin merubah tema petualangan Dr. Indie Sang Profesor arkeolog beserta para musuh abadinya, yaitu agen-agen KGB Rusia, menuju sesuatu yang baru, dirasa telah menyelipkan sebuah kontradiksi di film ini.
Film ini kuanggap bagus dan menarik karena salah satu faktor yaitu kenaturalannya. Sedangkan Steven memasukkan sesuatu yang baru dengan menghadirkan petualangan arkeolog yang berujung pada ditemukannya peradaban makhluk alien dari luar angkasa (?), yaitu yang disebut makhluk dimensional.
Kehadiran alien super cerdas dengan wujud kepala lonjong seperti alien dalam film E.T, telah mengganggu kekagumanku pada Indiana Jones yang telah terbangun sekian lama. Mungkin Steven ingin keluar dari tema cerita agar film ini tidak monoton, tapi menghadirkan alien adalah sebuah pilihan yang kurang mengena dan terlalu dangkal untuk ditebak.
Meskipun di Amerika Serikat sendiri ada NASA yang khusus mengurus masalah UFO bersama fenomena aliennya, tapi keberdaan alien sendiri masih dipertanyakan dan belum terkuak oleh ilmu yang dimiliki manusia. Dan sekali lagi hadirnya alien di film Indiana Jones membuat film tersebut menjadi sedikit “gampangan”.
Sakolaan, 24 Juni 2008




